Program JELITA: Langkah Kreatif Mahasiswa UNY Berdayakan Warga Panti BIMa Lewat Produk Aromatik

Program JELITA: Langkah Kreatif Mahasiswa UNY Berdayakan Warga Panti BIMa Lewat Produk Aromatik

09 May 2026 61

Program JELITA: Langkah Kreatif Mahasiswa UNY Berdayakan Warga Panti BIMa Lewat Produk Aromatik

Bantul, 09 Mei 2026. Limbah minyak jelantah yang kerap menjadi masalah lingkungan di dapur rumah tangga kini disulap menjadi produk bernilai guna. Melalui program kerja individu bertajuk JELITA (Jelantah Jadi Sabun dan Lilin Kita), mahasiswa PLK UNY Mengabdi – Sahabat Bima. Kegiatan ini dilaksanakan di Jamaah Mushola BIMa Darul Hikam, yang merupakan dampingan Panti Asuhan Bina Insan Mandiri (BIMa) Yogyakarta di Dusun Butuh Kidul Kelurahan Triwidadi Kapanewon Pajangan Bantul menggelar pelatihan pembuatan sabun dan lilin aromatik berbahan dasar minyak jelantah pada Sabtu, (09 Mei 2026)

Program ini bertujuan untuk memberikan solusi atas permasalahan limbah minyak goreng bekas (jelantah) yang sering kali dibuang sembarangan oleh masyarakat. Padahal, pembuangan limbah minyak ke saluran air dapat memicu pencemaran lingkungan yang serius, baik pada tanah maupun sumber air warga. Program ini digagas dan dilaksanakan oleh Najla Kayla Latifah, mahasiswi UNY selaku penanggung jawab kegiatan, bersama seluruh tim PLK UNY Mengabdi – Sahabat Bima, di bawah bimbingan Caesar Rosyad Achmadi, S.E., MBA. selaku Dosen Pembimbing Lapangan dan pengurus panti BIMa sebagai pengarah lapangan.  Sebanyak 17 peserta perempuan turut ambil bagian dalam kegiatan ini, terdiri dari ibu rumah tangga, remaja, hingga anak-anak warga setempat, mencerminkan antusiasme lintas generasi dalam menyambut program pemberdayaan ini. para peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya zat kimia dalam minyak jelantah serta potensi ekonominya jika diolah dengan tepat.

Kegiatan dimulai pukul 13.00 WIB dengan registrasi peserta, dilanjutkan sambutan disampaikan oleh Bapak Ustadz Parjono yang juga merupakan pendamping Panti Bina Insan Mandiri di wilayah Butuh Kidul dilanjutkan pembukaan oleh ketua PLK UNY Mengabdi _ Sahabat BIMa. 

"Gagasan JELITA berakar dari keprihatinan kami terhadap kebiasaan masyarakat membuang minyak jelantah ke selokan. Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali warga dengan keterampilan praktis yang memiliki nilai jual," ujar Najla dalam sambutannya. 

Memasuki sesi inti, peserta dibimbing secara langsung dalam praktik pembuatan sabun dan lilin aromatik, mulai dari penyaringan minyak jelantah hingga pencampuran bahan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab, ISHOMA dan ditutup dengan foto bersama. Suasana pelatihan berlangsung hangat dan interaktif, dengan seluruh peserta aktif terlibat di setiap tahap proses.

Padahal, limbah tersebut mengandung senyawa berbahaya yang dapat mencemari tanah dan air jika tidak dikelola dengan benar. Melalui program ini, warga tidak hanya diajak memahami dampak lingkungan dari limbah jelantah, tetapi juga dibekali keterampilan praktis untuk mengolahnya menjadi produk seperti sabun dan lilin aromatik yang memiliki nilai ekonomis dan dapat dikembangkan sebagai peluang usaha rumahan.

Kegiatan ini memberikan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Dari sisi lingkungan, warga kini memiliki pemahaman dan keterampilan untuk mengelola limbah dapur secara bertanggung jawab. Dari sisi ekonomi, produk yang dihasilkan membuka peluang bagi ibu rumah tangga dan remaja untuk mengembangkannya menjadi usaha kecil mandiri. 

Program JELITA merupakan wujud nyata kontribusi program Mahasisa PLK UNY Mengabdi – Sahabat BIMa, Universitas Negeri Yogyakarta dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna (TTG) demi kemajuan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.