Tentang Panti Asuhan

Bina Insan Mandiri (BIMa)

Lembaga pengembangan dan pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada layanan anak yatim piatu dan duafa, lanjut usia, orang dengan gangguan jiwa, dan anak berkebutuhan khusus

Sejarah
Kisah Kami

Berawal dari Mimpi Sederhana

Bila boleh berkata jujur, terbentuknya LPPM Bina Insan Mandiri Jogja tidak berangkat dari kesengajaan. Selama 22 tahun pendiri lembaga ini (ibu Istiana) dicintai Allah swt dengan cara yang teramat unik, dijadikan yatim sejak berusia 15 tahun dan diberi sakit selama 22 tahun (jantung, asma dan kanker rahim). Ketika tangan dan ilmu manusia tidak lagi mampu menolong dan dokter telah menyerah kalah, pendiri berusaha untuk berbesar hati dengan mencoba mengiklaskan apapun yang akan Allah swt kehendaki, sambil terus berikhtiar dengan menjalankan berbagai shalat sunah, terutama shalat tahajud, meskipun sambil berbaring karena badan dalam kondisi lumpuh, sulit digerakkan. Pendiri hanya mohon agar diberi keikhlasan ketika harus pergi menghadapNya dan kalau masih diijinkan, pendiri mohon diberi satu kesempatan lagi untuk bertahan hidup dan sisa waktu yang tersedia akan pendiri abdikan untuk agama dan sesama.

Tanggal 23 Maret 2002 sekitar jam 02.35 selesai shalat malam, antara sadar dan tidak pendiri mendengar suara yang mengatakan, bahwa apabila ingin sembuh agar mengamalkan surat Al Maun. Tengah malam itu juga pendiri minta pada suami (Bpk. Agus) agar diambilkan Al Qur’an, dibukakan surat Al Maun, minta dibacakan sekaligus terjemaahannya. Ayat demi ayat pendiri cerna, dan intinya agar tidak disebut sebagai pendusta agama, pendiri harus  memperbanyak shodakoh dengan menyantuni anak yatim, memberi makan orang miskin, menjaga shalat jangan sampai lalai, menafkahkan harta di jalan Allah swt serta tidak riya’ (melakukan sesuatu karena mengharap pujian dari orang lain). Pendiri yakin ini adalah petunjuk dari Allah swt sehingga pendiri akan mencoba mengamalkannya.

Langkah konyol yang pendiri ambil saat itu adalah dengan memotong 50% anggaran untuk berobat rutin setiap bulannya dan mengalihkannya untuk membayar SPP anak-anak yatim (selumnya pendiri sudah rutin menyantuni 10 anak yatim dan ketika ada tambahan anggaran, anak yang disantuni semakin banyak). Di samping yatim, pendiri juga menyantuni jompo terlantar dan janda-janda miskin sebatas kemampuan. Subhanallah, Allah swt benar-benar menepati janjiNya, doa pendiri dikabulkan.. Perlahan-lahan kondisi kesehatan pendiri membaik dan setelah cek di laboratorium, ternyata jantung dan asma pendiri berada dalam kondisi normal sementara penyakit kanker telah hilang dari rahim. Jatah dana untuk berobat pendiri alihkan sepenuhnya untuk menyantuni yatim dan jompo terlantar serta dhuafa yang membutuhkan, sambil melakukan kegiatan pendampingan kepada mereka, baik secara psikis, ekonomi maupun sosial. Setiap hari minggu atau hari libur pendiri naik turun gunung untuk melakukan pendampingan karena mereka benar-benar tidak pernah tersentuh oleh program pemerintah. Semua pendiri lakukan diam-diam karena pendiri khawatir dikatakan riya’.  Semua pendiri niati ibadah semata, ungkapan rasa syukur atas anugerah kesembuhan yang dikaruniakan Allah swt.

Bertitik tolak dengan pengalaman spiritual, ditambah dengan pengalaman belajar di program pasca sarjana dengan konsentrasi ilmu kesejahteraan sosial FISIP UI, kegiatan pemberdayaan yang semula bersifat karikatif (amal) ini akhirnya pendiri dan suami (alumni Sosiologi FISIP UGM) kelola secara profesional dengan mengedepankan kegiatan pemberdayaan. Kondisi anak yang digarap saat itu telah mencapai lebih dari seratus orang. Mereka berasal dari berbagai daerah dengan kondisi geografis dan nilai-nilai sosial-budaya yang berbeda, berasal dari keluarga dengan latar belakang kehidupan yang beragam, dan dengan pengalaman hidup serta permasalahan yang berbeda-beda, sehingga menuntut penanganan yang berbeda-beda pula. Mereka akhirnya kami kelompokkan per wilayah dan kami garap dengan pendekatan dan model pemberdayaan yang spesifik. Dinamika kelompok dari masing-masing wilayah mulai terbentuk dan tumbuh, partisipasi sasaran dan masyarakat mulai berkembang dan mereka termotivasi untuk mengeksplorasikan potensi yang dimiliki secara optimal. Apa yang pendiri lakukan selain mendapat respon positif dari sasaran program juga direspon secara positif oleh masyarakat, dunia usaha, LSM, dan pemerintah. Mereka menyatakan ingin bergabung dalam kapasitas masing-masing. Para relawan dari berbagai lintas ilmu juga ingin berpartisipasi dalam proses pemberdayaan yang berjalan, melahirkan spirit baru bagi generasi muda yang hidupnya kurang beruntung dan keluarganya untuk menggapai kehidupan yang lebih baik.

Visi Kami

Memfasilitasi sasaran agar dapat memenuhi kebutuhan dan dapat memecahkan masalah yang dihadapi secara mandiri

Misi Kami

  • Membantu, mendukung, membina dan mengambangkan kemandirian usaha di bidang pendidikan.
  • Memberikan manfaat yang optimal sesuai tujuan lembaga maupun harapan masyararakat umumnya.
  • Bersama pemerintah dan elemen-elemen masyarakat lainnya membantu meningkatkan kesejahteraan sosial 


Legalitas  LKS-Panti

  1. Surat Ijin Operasional Lembaga/Perkumpulan 222/4304/KP2TSP/2017 Tanggal 7 September 2017

Akreditasi B
Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2013