PERINGATI HARI PANGAN SEDUNIA
TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Pada peringatan Hari Pangan Sedunia, Divisi Kastradasi Himpunan Mahasiswa Peduli Pangan Indonesia (HMPPI) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) mengingatkan masyarakat akan pentingnya melakukan inovasi panganan lokal.
Setidaknya, dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada tanggal 16 Oktober, mahasiswa UMBY menggelar sosialisasi di Panti Asuhan Bina Insan Mandiri (BIMa) Yogyakarta, Minggu (23/10/2022).
Ketua HPPMI UMBY Fatimah Aulia Putri mengungkapkan Tema Hari Pangan Sedunia tahun 2022 adalah 'Leave no one behind'. "Tema ini sebagai pengingat bahwa dalam kemajuan pembangunan, masih banyak orang yang tertinggal dan faktanya jutaan orang tidak mampu membeli makanan sehat," jelasnya, Kamis (27/10/2022).

Tujuan peringatan Hari Pangan Sedunia adalah untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian masyarakat akan pentingnya penanganan masalah pangan, baik di tingkat global, regional maupun nasional.
"Beberapa kegiatan yang kami lakukan diantaranya adalah membuat donat ganyong, chuross singkong, dan brownies singkong bersama anggota 'DAPUR BUDE' dan lomba menghias olahan pangan lokal bersama adik-adik Panti Asuhan Bina Insan Mandiri," ungkap Fatimah.
Dengan dilaksanakan kegiatan ini, Fatimah berharap mampu mengedukasi masyarakat bahwa diversifikasi pangan lokal memiliki potensi yang sangat besar untuk menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan Indonesia.
"Selain itu, inovasi pangan lokal juga diharapkan mampu menciptakan pola pangan baru, lapangan pekerjaan baru, dan beberapa peluang lainnya sehingga peran pangan lokal dalam pola pangan nasional meningkat," harapnya.
Peringatan Hari Pangan sedunia ini tidak hanya sekedar seremonial tetapi harus menjadi momentum penting untuk memperkenalkan masyarakat terutama dalam pengolahan hasil pertanian yang lebih bervariatif sehingga bisa meningkatkan kemandirian dan pendapatan secara ekonomi.

Ketua LPPM/Panti BIMa Hj Istiana Hermawati, sangat mengapresiasi kepedulian mahasiswa dalam berbagai kreasi pengolahan pangan yang sehat, murah dan bergizi. Hasil latihan ini diharapkan bisa dikembangkan terutama pengelola DAPUR BUDe (Dapur BIMa Untuk seDekah).
Menurutnya, DAPUR BUDe sendiri diawali sejak pandemi tahun 2020 lalu. Masa pandemi rupanya tidak menjadi hambatan lembaga ini untuk menjalankan pengabdiannya.
"Saya sebagai peneliti sosial melakukan gerak cepat pada saat pandemi masuk Indonesia, khususnya DIY dengan melakukan riset di DIY dan menemukan, bahwa beban masyarakat miskin menjadi semakin berat akibat pandemi COVID-19. Apalagi banyak keluarga yang kehilangan pekerjaan akibat di-PHK, penurunan penghasilan karena kerja dengan sistem shift, bahkan tidak lagi bisa menjalankan usahanya sehingga beban keluarga dirasakan semakin berat, bahkan untuk memenuhi kebutuhan makan pun mereka kesulitan," ungkapnya.
Berawal dari kondisi yang memprihatinkan ini pengurus dan relawan LPPM Bina Insan Mandiri (BIMa) mencetuskan Program 'Dapur BUDE' (Dapur BIMa untuk Sedekah) untuk menopang kebutuhan pangan keluarga miskin dan terdampak COVID-19.
Pada prinsipnya program 'Dapur BUDE' yaitu memberdayakan potensi lokal (para relawan dan juga kelompok dampingan) untuk mengolah bahan pangan yang disediakan oleh LPPM Bina Insan Mandiri (berupa beras, sayur, telur, minyak, terigu/mie, bawang merah dan putih, hingga cabai dll) dan memasaknya.
Setelah masakan matang, sebagian dikonsumsi untuk keluarga dampingan yang memasak dan sebagian lagi didistribusikan kepada penyandang masalah kesejahteraan sosial (seperti anak yatim/ piatu/ terlantar, lansia, difabel, ODGJ, dhuafa, keluarga terdampak COVID-19, pemulung, tukang sampah dan sebagainya) yang ada di sekitar tempat tinggalnya.
Program Dapur BUDE ini didukung banyak pihak, diantaranya Prof. Dr. Ir. Hj. Dwiyati, MP pemilik CV. Winda Mekar yang memproduksi bubuk kunir putih, jahe, temulawak, kunyit, secang, abon ayam dan produk-produk hasil pertanian lainnya, PT. Sinar Kencana Makmur Jaya Bantul yang merupakan perusahaan di bidang industri sarung tangan dan golf di Bantul, UD Hani Produsen Bakpia & Wingko Kulonprogo, Imah Sayur dan lainnnya yang turut mensuport Dapur BUDE sehingga tetap berjalan untuk berbagi makanan kepada yang membutuhkan. (*