ODGJ : Sehat Jiwa Siap Berkarya

ODGJ : Sehat Jiwa Siap Berkarya

05 Jan 2017 1075
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:open sans;"><strong>Sedayu Bantul, </strong>Di pertengahan tahun 2017 LPPM BIMa bekerjasama dengan Dinas Sosial P3A Kabupaten Bantul memberikan pelatihan pagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dampingan wilayah Kecamatan Sedayu sebanyak 60 orang yang terdiri dari 30 penderita ODGJ dan 30 dari unsur keluarga, pendamping dan kader kesehatan jiwa yang selama ini selalu memperhatikan mereka. </span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-family:open sans;">Pendampingan bagi penderita ODGJ selama secara medis dan psikologis sudah mendapatkan penanganan dari Puskesmas Sedayu 2 dan RS Grasia Jogja.&nbsp; Selain itu diperlukan pendampingan secara psikososial maupun psikoreligi dimana mereka perlu dipahamkan akan kondisinya, lingkungannya dan sebaliknya lingkungan juga perlu memahami kondisi ODGJ sehingga akan mempercepat kesembuhannya.</span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-family:open sans;">Berdasarkan hal tersebut para penderita ODGJ dan keluarganya perlu diberikan bekal ketrampilan untuk meningkatkan ekonomi keluarga maupun untuk kesibukannya sehingga tidak ada waktu untuk termenung dan melamun.</span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-family:open sans;">Pelatihan yang dilakukan&nbsp; pada tanggal 23 - 24 Agustus ini diberikan materi teori dan praktek. Nara sumber diambilkan dari pengusaha Mie Ayam Bakso dan Kue yang sudah cukup lama menggeluti dunia usaha ini sehingga mampu memberikan motivasi untuk berwirausaha dengan langsung praktek pembuatan mie ayam, pansit, kue.&nbsp; </span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-family:open sans;">Peserta sangat antusias mengikuti pelatihan yang dimulai dari jam 08.00 - 17.00, - dan banyak sekali manfaat bagi mereka selain menambah ketrampilan untuk berwirausaha juga diharapkan mereka mampu untuk mandiri dalam berusaha sehingga dengan kesibukan yang ada akan mempercepat kesembuhan mereka.Untuk mendukung usaha tersebut diberikan modal alat bagi ke 30 penderita ODGJ.</span></p> <p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>