DAPUR BUDE PERINGATI HARI PANGAN SEDUNIA
Peringati Hari Pangan Sedunia, HMPPI UMBY bersama Dapur Bude gelar sosialisasi inovasi pangan lokal

HARIAN MERAPI - Divisi Kajian Aksi dan Strategi (Kastradasi) Himpunan Mahasiswa Peduli Pangan Indonesia (HMPPI) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) punya cara tersendiri dalam memperingati Hari Pangan Sedunia.
Satu di antaranya dengan menggelar sosialisasi inovasi pangan lokal di Panti Asuhan Bina Insan Mandiri (BIMa) yang berada di Griya Kencana Permai, Jalan Wates Km 10, Sedayu, Bantul, baru-baru ini.
Saat praktik membuat makanan, yaitu dipilih jenis makanan donat ganyong (berbahan umbi ganyong), chuross singkong, dan brownies singkong.
“Dalam melaksanan kegiatan ini kami banyak dibantu ibu-ibu anggota Dapur Bude, yakni suatu perkumpulan ibu-ibu yang berada di bawah naungan Panti Asuhan BIMa,” ungkap ketua panitia kegiatan, Fatimah Aulia Putri.
“Dengan kegiatan seperti ini, semoga juga dapat sebagai sarana lebih memperkenalkan beberapa olahan inovasi pangan lokal, misalnya menggunakan tepung ganyong dan singkong,” terang Fatimah.
Ditambahkan Fatimah, tahapan pelaksanaan kegiatan tersebut dapat diikuti secara online, yakni di Instagram HMPPI (@hmppiumby) maupun kanal YouTube HMPPI (HMPPI UMBY).
Sementara itu salah satu peserta, Ny Itun mengungkapkan, rangkaian kegiatan tersebut mampu mengedukasi segenap peserta, bahwa diversifikasi pangan lokal memiliki potensi sangat besar.
“Manfaat pun menurut saya sangat banyak, misalnya bagian dari usaha menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan Indonesia,” tegasnya.
Selain itu, ia juga optimis dengan inovasi pangan lokal akan dapat mampu menciptakan pola/kreasi aneka jenis pangan. Bahkan dapat membuka peluang lapangan pekerjaan baru, dan beberapa peluang positif lainnya. “Hal seperti ini juga kian menguatkan, bahwa pangan lokal di sekitar kita bisa diolah menjadi hidangan lebih modern dan lebih menarik, sehingga potensi pangan lokal yang ada bisa dimanfaatkan secara maksimal,” tandas Ny Itun.
Wanita ramah ini pun berharap, sosialisasi inovasi pangan lokal dapat digelar secara berkala atau berkelanjutan, baik di Panti Asuhan BIMa maupun di tempat-tempat lainnya.*. Adapun jumlah peserta kegiatan tersebut, lanjut Fatimah, ada 23 orang, yaitu tiga ibu-ibu pengurus BIMa dan 20 anak-anak dari panti asuhan setempat.
Menurutnya, rangkaian sosialisasi inovasi pangan lokal dan praktik membuat makanan berbahan pangan lokal dapat memberi banyak manfaat bagi para peserta dalam usaha menambah ilmu, wawasan serta pengalaman.
Diharapkan pula ilmu bermanfaat yang telah diperoleh ditularkan kepada pihak lain dan belum pernah mengikuti kegiatan serupa.